Aku Hamil Dengan Sopir Bus

pada awalnya perkenalkan namaku Kasandra, biasa dipanggil Sasa. Usiaku 37 tahun. Aku ialah seorang guru di sesuatu SMA Negeri di kota kecil di pinggiran Surabaya. Suamiku mempunyai nama Aditya, umurnya 40 tahun. Suamiku seorang pejabat di lingkungan Pemkot tempat kami tinggal. Kami mempunyai 2 orang anak, anakku yang pertama mempunyai nama Mamik, umurnya 19 tahun, dan sedang lakukan tepuhan pendidikan di perguruan tinggi negeri di luar kota. akan tetapi anakku yang ke-2 mempunyai nama Putra mempunyai umur 17 tahun, sekarang ini kelas 3 SMA dan sedang Siapkan diri untuk ujian akhir dan seleksi masuk perguruan tinggi.

Ada sedikit gambaran tentang diriku. Tinggi badanku 160 cm dan berat badan 50 kg, tubuhku tidak terlalu kecil juga tidak terlalu gemuk, bisa dikatakan padat berisi. Kulit tubuhku kuning langsat khas wanita dari kotaku. Ukuran buah dadaku lumayan besar ialah 36c, walaupun sudah agak kendur sesudah hamil dan menyusui ke-2 anakku. Dikesatu harianku aku memakai baju muslim jilbab lebar yg membuat supaya tidak nampak dadaku untuk mengajar maupun berkegiatan di luar Tempat Tinggal. akan tetapi di dalam Tempat Tinggal aku biasa memakai daster untuk pakaian satu hari-hari. Tempat Tinggalku sebesar ukuran cukup besar dan terletak di pinggiran kota. disebabkan tuntutan pekerjaan, suamiku sering pergi keluar kota, entah itu untuk kunjungan kerja maupun rapat sistem. akan tetapi anakku yang pertama, Mamik, cuma pulang tiap akhir pekan itupun jika tidak ada kegiatan di universitas atau tugas yg harus diakhiri. akan tetapi Putra, untuk menjumpai ujian akhir dan seleksi perguruan tinggi lebih sering pulang malam disebabkan harus ikuti kegiatan tutorial serta bimbingan belajar yang dia ikuti. Otomatis setiap hari aku lebih sering di Tempat Tinggal sendirian. Di Samping anggota Familiku, ada seorang asisten Tempat Tinggal tangga dan tukang kebun yang merangkap penjaga Tempat Tinggal yang ialah sepasang suami istri.

Cerita Dewasa Asisten Tempat Tinggal tanggaku mempunyai nama mbak Siti akan tetapi suaminya yang ialah tukang kebunku mempunyai nama pak Windu. Setiap hari mbak Siti dan pak Windu bekerja dari jam 5 pagi hingga 6 petang. Mereka berdua tidak tinggal seTempat Tinggal kami. Dia setiap hari pulang pergi dari Tempat Tinggalnya yang tidak jauh dari Tempat Tinggalku. walaupun seperti itu ada sesuatu kamar kosong untuk pak Windu disebabkan sering harus bermalam jika harus menjaga Tempat Tinggal kami.

Di lingkungan tempat kami tinggal Famili kami cukup di hormati. disebabkan Di Samping pekerjaan kami Di Samping juga disebabkan Familiku yang senantiasa menjunjung nilai-nilai hidup orang jawa dan agama yang kami anut. Walaupun tak terlalu fanatik, aku senantiasa berusaha, mengajarkan pada anak-anakku untuk berbuat baik cocok atau sepadan aturan agama. Oleh disebabkan itu tak jarang suamiku sering diminta untuk memimpin kegiatan di lingkungan kami, seperti itu juga aku yang menjadi penggerak kegiatan PKK dan pengajian di tempat kami.

Cerita Mesum Selayak seorang istri dan ibu, aku senantiasa berusaha, untuk setia pada Famili. Sebisa mungkin aku harus pandai membawa diri dalam pergaulan di lingkungan tempat tinggalku maupun tempat kerjaku. Aku senantiasa berusaha, sesopan mungkin dalam bertutur, lakukan tindakan serta berpakaian. walaupun seperti itu tak jarang aku mendapati tatapan nakal dari lelaki di sekitarku. Yaahh, walaupun memakai baju muslim waktu di luar Tempat Tinggal, nyatanya tidak mampu membuat supaya tidak nampak seluruh keindahan lekuk tubuhku, terlebih buah dadaku, seakan menjadi magnet bagi bapak-bapak dan anak lelaki tetanggaku serta teman-teman guru lelaki di sekolah tempatku mengajar.

Tak terterlepas dari pak Windu tukang kebunku, lelaki yang mempunyai usia 60 tahun tersebut tak jarang kupergoki sedang menatap lekat pada tubuhku, terlebih waktu di Tempat Tinggal disebabkan aku lebih sering memakai pakaian biasa jadi seakan memberi peluang semakin besar untuk nikmati keindahan tubuhku. Melihat itu aku merasa tidak nyaman dan sudah berusaha, bicara pada suamiku, tapi suamiku berkata padaku untuk tidak berjelek sangka disebabkan pak Windu sudah ikut Famili suamiku sejak tetap muda dan mengetahuiku nyaris 20 tahun sejak aku menikah suamiku. Akupun berusaha, membuat supaya tak terlihat pikiran jelekku tentang pak Windu.

serta apa pun yang aku lakukan di Tempat Tinggal bikinku risi sendiri, setiap berkegiatan di Tempat Tinggal aku merasa layaknya senantiasa diawasi gerak gerikku oleh pak Windu. contohnya, layaknya waktu sedang menjaga tanaman di halaman, aku merasa pak Windu memperdulikanku dari balik kaca gelap jendela dalam kamarnya yang terletak tepat disamping halaman belakang Tempat Tinggalku atau waktu aku berjalan ke kamar mandi yang mempunyai letak lurus dari kamarnya. Dan seluruh Perihal ini justru terus menambah keberprasangka burukanku pada perilaku pak Windu kepadaku. Tapi seluruh itu cuma kupendam dalam perasaanku disebabkan aku belum mendapatkan bukti nyata kekurang-ajaran pak Windu padaku.

hingga pada suatu waktu. Sore itu sesudah pulang mengajar aku langsung tidur disebabkan badaku terasa lelah sesudah mengampu 6 jam pelajaran untuk 3 kelas satu harian tadi. Aku tidur amat lelap dan cukup lama. Aku terbangun pada waktu itu mendengar gemuruh langit tanda akan turun hujan. Aku jadi mempunyai ingatan jemuran dibelakang yang belum diangkat disebabkan siang tadi mbak Siti ijin pulang lebih awal disebabkan kurang enak badan. langsung aku bergegas bangun dari tempat tidur dan menuju halaman belakang Tempat Tinggal untuk mengangkat jemuran.

pada waktu itu berjalan melewati dapur aku melihat pak Windu berdiri disamping tempat jemuran. Aku langsung tidak melakukan suatu gerakan atau diam untuk memperdulikan dari balik jendela dapur apa yg sedang dikerjakan pak Windu. awalannya aku belum seperti itu sadar disebabkan pikiranku tetap belum terkumpul semuanya dan melihat mataku tetap kabur sesudah bangun tidur tadi. Tapi sesudah kuperhatikan seksama, aku terkejut setengah mati apa yang kulihat ke-2 mataku. waktu itu aku melihat pak Windu tengah melakukan masturbasi dan yang lebih membuat kejutanku lagi ialah pak Windu memakai Sarana celana dalamku yang sedang dijemur untuk masturbasi. Dia membungkuskan celana dalamku pada penisnya sembari mengocoknya satu tangan dan tak cuma itu di tangan lain kulihat ada BH hitam milikku yang sedang dia ciumi sembari masturbasi.

Aku tak tahu harus berbuat apa melihat itu, yang bisa kulakukan cuma diam mematung menyaksikan perihal tersebut. Aku tidak dapat memikirkan apa yang ada dalam pikiran pak Windu pada waktu itu sedang masturbasi memakai Sarana celana dalam dan bhku waktu itu. Aku cuma bisa menyaksikan kocokan demi kocokan yang dia lakukan pada penisnya, serta tiap hirupan nafas pada bhku. aku menyaksikan semuanya yang berlangsung hingga pak Windu hingga pada orgasmenya. Dia memakai cup bh milikku yang diciuminya tadi untuk memuat sper yang keluar dari penisnya. Dan sesudah selesai orgasme dia memakai celana dalamku untuk melakuakan pembersihan sisa sperma di penisnya dan untuk mengelap keringatnya.

Akupun mengurungkan niatku mengangkat jemuran, aku langsung berlari kembali ke kamarku yang ada di lantai 2. Di dalam kamar aku merasa lemas dan terus memikirkan hal yang baru saja kulihat. Aku tidak dapat memikirkan apa-apa lagi cuma bayangan pak Windu yang sedang masturbasi yang terbayang dalam pikiranku. Aku terdiam hingga ada nada/suara ketukan di pintu kamarku yang membuat kejutanku. langkah lunglai, aku langsung membongkar pintu dan terlihat di balik pintu pak Windu berdiri tepat di depan pintu kamarku. Datang-Datang keringat dingin keluar dari kepalaku tak tahu apa yang dikerjakan pak Windudisini. tersenyum dia menyebutkan mau pamit pulang disebabkan sudah sore.

Aku tak memperdulikan apa yang dia katakan, dari tadi aku cuma menunduk memandangi tonjolan celananya. sesudah membenarkan pak Windu pergi, langsung aku berjalan menuruni tangga dan menuju halaman belakang tempat jemuranku tadi. Aku mengnyarisi celana dalamku yang dipakai untuk masturbasi tadi. Terlihat dike-2 cup bhku tetap ada lelehan sperma pak Windu, akan tetapi celana dalamku basah kuyup oleh sisa sperma serta keringat pak Windu.

Tanpa kusadari aku melakukan pengambilan bh tersebut dan mendekatkannya ke hidungku, aku mencari jalan menghirup aroma sperma fresh milik pak Windu yang baru saja dia tumpahkan cup bhku. Tercium aroma sperma yang khas, yang seakan menghipnotisku dan menggelapkan pikiranku. Lalu tangan kiriku kumasukan didalam dasterku, merayap di balik celana dalamku. Jar-jariku mulai menggosok-gosok bibir memekku yang terbukti sudah mulai basah.

Kuhirup semakin kuat aroma sperma itu sembari terus memainkan memekku. Aku terduduk diatas rumput halaman Tempat Tinggalku. Kuraih celana dalamku yang berlumuran sperma dan keringat pak Windu dan letakkannya di mukaku, kumerebahkan tubuhku. Kujilati sedikit demi sedikit lelehan sperma pada bhku. Aku mulai mengocok memekku sendiri, nafasku mulai tersengal-sengal.Tak lama lantas aku merasakan sesuatu yang akan meledak dari dalam tubuhku. Semakin besar rasa itu semakin kupercepat hingga selanjutnya aku menggapai orgasme. Cairan kewanitaanku membasahi tangan dan celana dalam yang kupakai.

Aku tak menyangka cuma masturbasi menghirup dan melakukan jilatani sperma bisa membawa orgasme sehebat itu. Dan tanpa kusadari semenjak waktu itu aku mulai ketagihan sama sperma pak Windu. Setaip hari aku mengawasi jemuran di halaman belakang untuk menanti pak Windu melakukan masturbasinya. nyaris setiap hari aku masturbasi sperma pak Windu. Sensasi sperma milik pria lain yang bukan suamiku membawa sensasi spesifik bagiku waktu masturbasi, bahkan pakaian dalam eks masturbasi itu tidak pernah aku cuci tapi justru aku pakai setiap hari. Sperma yang menempel pada bh dan cd yang kupakai membawa sensasi binal waktu menyentuh kulit buah dada dan memekku.

Sejak hari itu juga aku tahu pak Windu sudah lama melakukan Perihal ini bisa dipandang dari gelagat pak Windu yang santai waktu melakukan masturbasi, menerangkan suatu isyarat bahwa dia sudah terbiasa melakukan masturbasi pakaian dalamku. nyaris ku pastikan setiap pakaian dalam yang kumiliki pasti pernah dipakainya untuk masturbasi. Yang menjadi pikiranku, bagaimana mungkin mbak Siti yang nyaris tiap hari berada di Tempat Tinggal dan bertanggung jawab atas jemuran tidak menyadari akan Perihal ini. Mungkin disebabkan pak Windu sudah mengatur strategi dan waktu yang pas sehingga kelakuannya tersebut tak akan diketahui oleh istrinya. Aaahhh…entahlah.

nyaris satu bulan aku melakukan teraturitas masturbasi sperma pak Windu, dan rasa bersalah nampak dalam diriku, aku mulai sadar apa yang kulakukan itu salah. Apa yang kulakukan telah mengakibatkan mengakibatkan kerusakan kehormatan serta keyakinan dari Familiku. Sehingga aku mempunyai niat untuk membuat jadi tidak berjalan atau diam seluruh ini, tapi Sampai aku mencari jalan dan setiap aku melihat sperma pada pakaian dalamku, nafsuku berhasil bikin kalah akal sehatku. kembali aku terjebak pada lingkaran setan yang membawaku pada dosa. walaupun seperti itu, jujur saja aku amat nikmatinya. Aku tak akan bisa tidak melakukan suatu gerakan atau diam jika pak Windu tetap memakai pakaian dalamku untuk masturbasi. Aku tahu apa yang harus aku lakukan jika aku ingin membuat jadi tidak berjalan atau diam Perihal ini, aku harus menanggulangi sumber masalah ini. Dan sumber itu dari pak Windu, jika pak Windu tidak melakukan suatu gerakan atau diam membuatnya maka aku yakin otomatis bikinku tidak melakukan suatu gerakan atau diam nikmati spermanya. Tapi aku tak tega melakukan laporannya pada suamiku, aku tidak mau masalah ini menjadi besar. Aku harus bisa mencari jalan merampungkannya sendiri, dan jalan cuma satu aku harus bicara langsung pak Windu.

Siang itu sengaja aku pulang lebih awal agar langsung bisa mengangkat jemuran yang sudah kering terlebih pakaian dalamku. Aku sudah mempunyai niat untuk bicara pak Windu. Pertama kali aku harus membuat supaya tak terlihat peluangnya untuk bermasturbasi pakaian dalamku. Aku membawa seluruh pakaian dalamku ke kamar sehingga pak Windu tidak bisa masturbasi pakaian dalamku. itu ialah langkah awal yang harus kulakukan untuk membuat jadi tidak berjalan atau diam seluruh kelakuan dosa ini. sesudah itu aku akan langsung mengadakan perjumpaan pak Windu untuk mengulas hal yang sesungguhnya membuat malu untuk kami berdua. langkah mantap aku menuju kamar pak Windu, kulihat pintu kamarnya terbuka menerangkan suatu isyarat bahwa dia berada di dalam kamarnya. Aku sudah betul-betul membulatkan tekad bersamaan langkahku ke kamar pak Windu.

pada waktu itu aku hingga di depan pintu kamar pak Windu, aku kembali melihat hal yang membuat kejutanku, posisi terlentang dan celana melorot hingga lututnya, kulihat pak Windu sedang asyik mengocok penis yang mempunyai warna hitam miliknya. Dan yang lebih mencengangkan ukuran penis itu jauh semakin besar dari milik suamiku. waktu itu aku cuma bisa diam melihat apa yang dikerjakannya. Mengetahui aku berada di depan pintunya dan menyaksikan apa yang dia lakuakan, pak Windu justru tersenyum ke arahku. betul-betul sudah gila, dia sekalipun tidak berusaha, untuk membuat jadi tidak berjalan atau diam maupun berusaha, membuat supaya tidak nampak penisnya hitamnya itu dia bahkan semakin membuat cepat kocokannya hingga diamenggapai orgasmenya, memuntahkan sperma putih kental diatas tempat tidurnya. Sadar pak Windu melihat ke arah akupun langsung berlari dari sepan kamarnya.

Aku betul-betul tak menyangka pak Windu berani melakukan masturbasi dihadapanku sendiri, bahkan seakan sengaja dia menunjukkan batang penisnya padaku. lantas aku ke dapur untuk melakukan pengambilan minum, mencari jalan menenangkan diri. waktu aku sedang menuang air, Datang-Datang aku merasa ada sepasang tangan meremas buah dadaku dari belakang, nyaris saja gelas berisi air yang akan kuminum jatuh ke lantai. Dan pada waktu itu menoleh aku amat terkejut, terbukti pak Windu sudah ada dibelakangku. Aku berusaha, meronta untuk melepaskan diri dari pelukan pak Windu, tapi semakin kuat aku meronta,semakin kuat pula dekapan pak Windu. Remasan tangan pak Windu pada buah dadaku bikin tubuh dan pikiranku untuk memberontak semakin tidak berdaya. Tangan kekarnya kasar meremas-remas ke-2 buah dadaku. Bahkan sesekali dia menarik dan memilin putingku dari luar bh.

Aku semakin tak kuasa melakukan perlawanan, bahkan buah dadaku ialah salah satu bagian tubuhku yang paling peka. Hembusan nafas pak Windu yang menimpa bagian belakang leherku semakin menambah rangsangan pada tubuhku. Dan aku mulai larut dalam alunan nafsu pak Windu, yang mulai melakukan pengambilan alih kesadaranku atas tubuhku. lantas alah satu tangan pak Windu mulai merayap ke bawah perutku. Tangan hitam kasar itu mulai mengelus-elus selangkanganku dari luar. Aku yang waktu itu memakai daster terusan lengan pendek tak kuasa menahan terjangan gempuran-terjangan gempuran dari pak Windu. Dia lalu mengangkat bagian bawah dasterku, ditariknya hingga hingga sebatas pinggulku. Tangannya yang dari tadi bermain-main di luar kini mulai masuk secara diam-diam masuk didalam celana dalamku. Jari luwes memainkan bibir memekku serta klitorisku. Aku cuma bisa menikamti perlakuan pak Windu padaku. Pikiranku dibikinnya melayang hingga-hingga aku tak sadar kancing dasterku sudah terlepas seluruh cuma menyisakan bh yang tetap membuat supaya tidak nampak buah dada besar milikku. Jari-jari kiri tangan pak Windu mulai menikam lubang memekku yang sudah amat basah akibat rangsangan tadi semakin meringankan pak Windu meluncurkan aksinya.

akan tetapi tangan kanannya melontarkan buah dadaku dari dalam bh tanpa membongkarnya terlebih dahulu . Jari kasar pak Windu menarik dan memilin putingku. Aku semakin terbuai oleh kesenangan yang didapatkannya padaku bahkan kini jari-jari tangannya sudah mengocok memekku kasar. Nafasku memburu dan badanku lakukan getaran hebat, aku nyaris menggapai orgasmeku. hingga pada selanjutnya Datang-Datang pak Windu membuat jadi tidak berjalan atau diam seluruh kelakuannya, dia cuma tersenyum lalu pergi beranjakku. Aku bingung apa yang berlangsung berusaha, membenahi pakaianku dan langsung kembali ke kamar. Sejak waktu itu aku semakin bingung situasi ku, disatu sisi aku telah alami pelecehan oleh pak Windu, tapi disisi lain aku amat nikmati apa yang dikerjakan pak Windu padaku, bahkan aku kecewa waktu itu pak Windu membuat jadi tidak berjalan atau diam aksinya di tengah-tengah aku nyaris menuju orgasme. Aku terpaksa menahan nafsuku tanpa pelampiasan disebabkan suamiku tidak sedang di Tempat Tinggal, hatiku kecilku mengharapkan bahwa pak Windu akan datang kembali untuk menyelesaikan nafsuku. Kejadian hari itu telah merubah cara pandangku pwujudnya, di balik senyum pak Windu di depanku dan Famili tersembunyi kilatan nafsu yang besar, terlihat dari tatapan matanya. Aku senantiasa terbayang penis hitam berurat milik pak Windu yang senantiasa melayang dalam pikiranku.

Setiap mempunyai ingatan penis pak indu aku jadi bernafsu tapi suamiku tak ada untuk pelampiasan nafsuku. Pernah aku mencari jalan untuk bermasturbasi sendiri tapi apa yang kudapatkan jauh tidak sama dari apa yg diberikan pak Windu. Aku berusaha, mencari jalan menahan nafsuku tapi semakin kutahan kurasakan nafsu semakin meledak-ledak. hingga selanjutnya pada malam hari itu, waktu sedang hujan deras, aku di Tempat Tinggal sendirian disebabkan Putra dan suamiku belum pulang. Dari dalam kamarku terlihat lampu kamar pak Windu tetap menyala. lantas aku berjalan ragu menuruni tangga menuju lantai satu yang membawaku menuju kamar pak Windu.

Sehingganya di kamar pak Windu, kulihat pak Windu sedang tidur. Aku mendekatinya perlahan lalu berjongkok disamping tempat tidurnya, aku mulai mengelus batang penisnya dari luar celana dan mulai mengecupi batang penis itu. Aku menghirup bau yang tidak asing, bau sperma yang selama ini senantiasa ditumpahkan di pakaian dalamku. aku mengelusnya lembut sehingga tak hingga membangunkan pak Windu. Kurasakan batang penisnya semakin membesar dan terlihat ingin keluar dari celana. gemetar kuturunkan celananya, hingga pada selanjutnya penis hitam milik pak Windu mengacung tegak dihadapanku. Kudekatkan mulutku pada ujung kepala penis itu dan mulai melakukan jilataninya dan mengulumnya. aku kocok penisnya dan melakukan hisapannya pelan-pelan. sembari mengulum penis pak Windu tanganku menggosok memekku sendiri dari dalam celana. Aku amat nikmati permainan yang kubuat sendiri, hingga aku tak sadar waktu tangan pak Windu memegangi kepalaku. terbukti pak Windu sudah bangun, dia menatapku tanpa ekspresi. kupun lantas berusaha, menjauh tapi tangannya lebih sigap menarikku.

Dia menarikku ke atas tempat tidur dan lalu dibaringkan diatasnya. Pak Windu lalu membuat turun rok bawahan daster yang kupakai dan membongkar celana dalamku, dia juga membongkar kancing baju dan bhku, dibuat supaya keluarnya buah dadaku dari bukaan di bagian depan bajuku. Dia lalu mengulum putingku, sembari di hisap serta digigit lembut bertukaran. Aku amat nikmati perlakuan itu hingga tanpa kusadari celana dalamku sudah terlepas dari tubuhku. Tanpa menanti lama pak Windu membidikkan penisnya ke memekku yang sudah basah oleh cairan kewanitaan. perlahan dia memasukan penisnya didalam lubang memekku. walaupun sudah tak sempit lagi tapi disebabkan ukuran penis yang besar maka memekku terasa amat sesak. Panasnya penis pak Windu semakin bikin cairan kewanitaanku keluar dan meringankan jalan masuknya penis itu. “Bleeeessss….”

Pak Windu mulai menggenjotkan penisnya perlahan-lahan tapi lama kelamaan genjotan itu bertukar menjadi cepat dan liar. sembari menggenjot, pak Windu kembali memainkan buah dadaku. Dia mnegulum habis buah dadaku bertukaran. Dia juga memainkan putingku lidahnya. sesudah nyaris 5 menit digenjot aku selanjutnya hingga pada orgasme pertamaku, tubuhku mengejang menggeliat layaknya kestrum listrik. Meksi seperti itu pak Windu belum menunjukan tanda-tanda kalau dia mau orgasme, maka dari itu dia menambah kemampuan menggenjot memekku menjadi semakin liar dan ganas. nyaris 20 menit aku terus digenjot oleh pak Windu, selama itu juga aku memperoleh 4 orgasme berturut-turut, yang yg terlebih dahulu belum pernah aku dapatkan dari suamiku. Genjotan pak Windu semakin tak beraturan dan tangannya yang keras terus saja meremas buah dadaku kasar. Dengus nafasnya terdengar layaknya kuda, keringatnya menetes membasahi tubuh hitamnya. 5 menit lantas genjotan pak Windu semakin cepat hingga selanjutnya tubuhnya menegang orgasmeku yg ke5. Seluruh spermanya yang putih panas nan kental itu disemburkan didalam rahimku. Aku berusaha, memohonnya melontarkannya di luar tapi disebabkan terlalu lelah sesudah mendapat 5 orgasme beruntun bikinku tak berdaya melakukan apa-apa.

Semenjak waktu itu kehidupanku berpindah tempat, aku yang dulunya wanita terhormat dan setia kini telah jatuh dalam dekapan tukang kebunku sendiri layaknya wanita murahan. nyaris setiap ada peluang aku senantiasa memohon pak Windu untuk menyetubuhiku. Aku betul-betul sudah kecanduan penis hitam berurat milik pak Windu, bahkan aku tidak bisa melewati satu hari pun tanpa Sorongan nikmat penis pak Windu pada memekku. Sebisa mungkin aku berbuat untuk tidak menampakkan rapat-rapat jalinanku pak Windu dari keluargku. Suamiku yang jarang pulang dan menyenangkanku sekarang tidak jadi masalah bagiku disebabkan sudah ada pak Windu yang senantiasa bersedia menyenangkanku. Di depan Familiku sikapku dan pak Windu biasa saja tapi jika seluruh tak ada di Tempat Tinggal tubuhku menjadi milik pak Windu.

Sudah nyaris berjalan 3 bulan jalinan perselingkuhanku pak Windu. Setiap bersetubuh dia senantiasa memutahkan spermanya di dalam rahimku. hingga suatu waktu aku tersadar kalau aku sudah telat datang bulan selama 2 bulan. aku takut kekhawtiranku selama ini menjadi kenyataan ialah aku mengandung anak yang bukan benih suamiku tetapi pak Windu. aku berusaha, tenang dan berbuat untuk tidak menampakkan kabar ini sebelum semuanya menjadi jelas. Aku ke apotik dan membeli testpack. sesudah hingga diTempat Tinggal aku melihat lagi urinku dan hasilnya dua garis, postif. aku berusaha, tenang dan belum sangat percaya hasil testpack itu. Aku lalu pergi ke dokter kandungan sesudah yg terlebih dahulu bikin janji terlebih dahulu . Aku mengharapkan hasil testpack itu salah dan aku tdk hamil. sesudah dikerjakan awal dan usg hasilnya aku tunjukkan bahwa aku betul-betul hamil. Dokter memberiku selamat, aku tidak paham harus bagaiaman apakah gembira atau sedih. lebih membuat kejutan lagi terbukti calon janin mempunyai usia 8 minggu yang bersemayam dalam rahimku ialah janin kembar.

Sekian.

Pencarian Konten:

Tinjauan Agen Poker Yang Terpercaya!

AsikBet Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
Bola828 Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs
FS88BET Poker - Bola - Casino 25rb / 50rb Kunjungi Situs

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *